AZROHAL HASAN

HISTORY NEVER DIES

Gadis Melayu Nuang

21 March 2016 - dalam Puisi Oleh azro_el-fib11

Senja datang kala itu.

Denyutan kegelapan mulai meraba cahaya terang.

Gelak kawan-kawan riang terpancar.

Pohon-pohon menari gemulai menyambutnya.

 

Kaki mulai menapak.

Meneropong tanpa ujung batasan.

Setapak kaki sebagai bukti tekat.

Bulat dan kokoh siap menerjang.

 

Ratusan,puluhan bahkan ribuan jejak perjalanan telah terbuat.

Kerinduan akam kejayaan masi dalam pikiran.

Wajah cerah kini di penuhi kemurungan.

Tetesan keringat mulai menggenang.

 

Terlihat sosok budak perempuan kecil tetap tegar.

Dengan untaian suara merdunya menggugah semangat alam.

Semangat membara yang tak kunjung padam.

Mendobrak kelemahan.

 

kaki bagaikan kelinci lincah.

Senyum selalu terpancar untuk membagi motivasi kepada kawan.

Sungguh santun dalam berperilaku dia.

Nadia natasya binti muhammad zaidi nama gadis cerminan gadis melayu.



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Sejarah yang Tak Terulang

    Masa Lalu gak akan muncul kembali namun kita setidaknya mampu belajar dari peristiwa masa lalu

IDEALISME SEMU

    Bicara tentang Idealisme, mungkin kata ini tak asing ditelinga Mahasiswa, apalagi Mahasiswa Aktivis yang menjunjung tinggi kata ini, berat rasanya buat siapapun Politikus, Negarawan, Agamawan,Sejarahwan dll, Bahkan Agamawan yang menjadi benteng keimanan, gejolak batin sontak timbul ketika kata itu tergadaikan materi-materi yang menggoda, Marx pun lebih jujur ketika menanggapi soal materi, Apa mungkin kejujuran Marx telah jadi realitas ditengah gempuran sistem yang semakin mencekik, Ah, Mungkin Kata itu hanya teks terbangkai yang selamanya akan menjadi Mitos para Pecandu Jabatan & Materi.

ASAP PEMBUNUH

    Berharap hujan datang dan memberi secercah harapan. Hujan dengarlah rintihan dan pekikan bayi, anak-anak, ibu, bapak, nenek dan kakek. Tak mampu berujar untuk menikmati nafas yang sebelumnya mereka hirup. Mata tak dapat melihat seperti yang sebelumnya mereka lihat. Hidup dalam miniatur neraka. Menyiksa, merusak tatanan kehidupan. Sudah lelah mereka merontah saling tuding tak ada jawaban datang dari bapak berkopiah, ber jas dan berdasi mewah. Seolah keadilan hanya sebuah fatamorgana bagi mereka. Di Hari Sumpah Pemuda ini para Motor Bangsa harus bertindak, tak hanya melihat, berujar dan saling menyudutkan. Semoga bangsa ini mampu bertahan dalam buaian pengkhianatan. Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2015 #SaveRiau #SaveBorneo #SaveSumatra #SaveSingapore #SaveMalaysia

Pengunjung

    20.762